Pematangsiantar, Nusnet.news- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi* angkat bicara menanggapi insiden keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Berastagi dan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Kamis (13/8/2026).
Para korban diduga jatuh sakit usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kodim setempat. Data terbaru dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Zulkarnain Barus, mencatat 265 murid SMA/SMK diduga keracunan, 202 dari SMA Negeri 1 Berastagi, 25 dari SMA Swasta Bersama, dan 38 dari SMK Swasta Bersama.
Sementara Bupati Karo Antonius Ginting menyebut angka 255 siswa. Perbedaan angka ini menambah panjang daftar simpang siur data sejak awal kejadian. Data dari dua SMP terdampak, yakni SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama, bahkan hingga kini belum diperoleh sama sekali.
Keterangan soal menu penyebab pun masih bertentangan: Zulkarnain menyebut gulai ikan dencis sebagai dugaan pemicu, sementara Dinas Kesehatan Karo dan Bupati menyebut ikan tongkol. Gejala korban meliputi gatal-gatal, mual, muntah, kejang, hingga sesak napas.




