METI diduga berfungsi sebagai legitimasi eksternal di antara para pelaku usaha/swasta proyek energi, sementara Endi dengan posisi yang sangat strategis dalam ekosistem internal BUMN Energi untuk pengadaan/tender proyek-proyek energi nasional menjadi simpul akses terhadap informasi, proses, dan arah keputusan proyek-proyek energi nasional, yang bersifat rahasia dan penting.
Endi sengaja ditempatkan sebagai Bendahara Umum METI, dengan tujuan agar rangkap jabatan di BUMN dan METI dapat menciptakan irisan: sebagai pengendali akses proyek-proyek strategis energi nasional sekaligus pengelola dana/uang organisasi yang diduga kuat bersumber pada rente hasil pemerasan pelaku usaha/swasta proyek energi nasional.
Rekam jejak karier Endi mengalami kenaikan sangat tidak wajar, Endi menunjukkan akselerasi yang sangat signifikan dalam waktu relatif singkat. Pada 2020–2021 di posisi Senior Manager Manajemen Risiko di Pusharlis, kemudian pada 2022–2023 masuk ke lingkar inti pelaksana pengadaan proyek IPP sebagai Vice President, dan sejak 2024 hingga sekarang menduduki jabatan Executive Vice President yang memegang kendali atas proses pengadaan pembangkit dan IPP. Perpindahan dari fungsi pengelolaan risiko ke posisi penentu arah pengadaan proyek strategis dalam rentang waktu yang singkat tersebut menjadi titik penting yang dinilai perlu ditelusuri lebih jauh dalam melihat konfigurasi kewenangan dan jejaring pengaruh di sektor energi.




