Pematangsiantar, Nusnet.news– Kongres Pemberantasan Korupsi Manipulatif Rakyat Indonesia (KPKM RI) menyoroti belum terlihatnya perkembangan konkret pasca kunjungan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi ke lokasi persoalan lahan SMAN 5 Pematangsiantar pada 16 April 2026 lalu.
Kritik tersebut muncul karena hingga akhir Mei 2026, publik belum melihat titik terang maupun langkah nyata yang dapat dijadikan ukuran progres penyelesaian persoalan tersebut. Pada saat kunjungan sebelumnya, disampaikan adanya upaya penyelesaian melalui pencarian lahan dalam waktu satu minggu sebagai langkah mencari solusi atas persoalan yang dihadapi SMAN 5 Pematangsiantar. Namun hingga kini, informasi yang berkembang justru sebatas penyusunan proposal relokasi oleh pihak sekolah.
Kondisi ini dinilai menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti persoalan yang menyangkut keberlangsungan pendidikan sekitar 1.000 siswa SMAN 5 Pematangsiantar.




