OKI, Nudnet.news- Penjabat Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Ir. Asmar Wijaya, memberikan tanggapan yang terkesan defensif terhadap kritik tajam dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD OKI mengenai realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya mencapai 33,57% dari target. Dalam Rapat Paripurna DPRD OKI pada Rabu (19/6) lalu, Asmar berdalih bahwa target PAD yang rendah tersebut telah disepakati bersama dalam perubahan anggaran tahun 2023 dan merupakan penyeimbang dari belanja wajib yang direncanakan. Selasa (9/7/2024).
Namun, penjelasan Asmar ini justru memicu pertanyaan lebih lanjut. Apakah target PAD yang rendah memang sudah realistis sejak awal, atau hanya upaya untuk menutupi ketidakmampuan Pemkab OKI dalam menggali potensi pendapatan daerah? Apalagi, Asmar dalam paripurna tersebut juga mengakui bahwa komponen lain-lain PAD yang sah hanya terealisasi 21,01%, menunjukkan adanya masalah serius dalam pengelolaan keuangan daerah.
Pengamat Kebijakan Publik dari Pusat Riset Kebijakan dan Pelayanan Masyarakat (PRISMA), M. Salim Kosim, S.IP, menilai bahwa alasan yang diberikan oleh Asmar Wijaya terkesan mengada-ada.




