“Target PAD harusnya disusun berdasarkan potensi riil yang ada, bukan sekadar penyeimbang anggaran. Jika realisasinya jauh di bawah target, itu menunjukkan adanya kesalahan dalam perencanaan atau lemahnya kinerja Pemkab dalam menggali PAD,” tegasnya.
Salim juga menyoroti rendahnya realisasi komponen lain-lain PAD yang sah. “Ini mengindikasikan bahwa Pemkab OKI belum optimal dalam memanfaatkan sumber-sumber pendapatan lain di luar pajak dan retribusi daerah. Potensi PAD di OKI sebenarnya cukup besar, terutama dari sektor pariwisata dan perkebunan,” ujarnya.
Salim sepakat dengan Fraksi PDIP DPRD OKI yang sebelumnya telah menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja Pemkab OKI dalam mengelola PAD. Dirinya menilai bahwa Pemkab OKI tidak serius dalam menggali potensi PAD, sehingga berdampak pada ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer pusat.
“Kami melihat ada ketidakseriusan Pemkab OKI dalam mengelola PAD. Ini terbukti dari rendahnya realisasi PAD dan tidak adanya inovasi dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru,” ujar Salim.




