Rantaulrapat,Nusnet.news- Kapolres Labuhanbatu AKBP James H Hutajulu, S.I.K, SH, MH, M.I.K, dalam konprensi persnya, Rabu (31/5/2023 sore, kembali mengungkap dugaan kasus “predator anak”, yang terjadi dilingkungan lembaga pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Dua hari lalu, kapolres mengatakan kasus “pencabulan” terhadap anak didik disalah satu Madrasah Diniyyah Takmilyah Awaliyah (MDTA) swasta, yang dilakukan oknum kepala sekolah. Kali ini, kapolres mengungkap kasus pencabulan dan tindak kekerasan yang dilakukan tenaga pendidik terhadap belasan anak didiknya.
Didampingi Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus SE MM dan sejumlah PJU Polres setempat, Hutajulu menyampaikan, sejak Juni 2020 sampai Maret 2023 terjadi pencabulan dan tindak kekerasan disalah-satu SMP swasta di Labuhanbatu Utara sebanyak 37 kali, terhadap 12 anak yang menjadi korban.
“Pencabulan dan tindak kekerasan itu dilakukan seorang guru berinitial MS, kepada anak didiknya. Kejadiannya ada yang dilakukam di masjid, lapangan, posko dan kamar tidur anak”, ucap kapokres Hutajulu.




