Klarifikasi untuk Meluruskan, Bukan Menyerang
Warkum menegaskan bahwa klarifikasi yang disampaikannya bukan ditujukan untuk menyerang pihak media maupun membatasi kebebasan pers.
Ia hanya meminta agar polemik tersebut tidak dibangun berdasarkan satu potongan komunikasi tanpa melihat keseluruhan konteks.
Bagi Warkum, hubungan antara sekolah dan media seharusnya dapat berjalan berdampingan.
Media menjalankan fungsi kontrol sosial, sekolah memberikan informasi dan klarifikasi, sementara masyarakat memperoleh informasi yang utuh.
“Tidak ada niat saya menghina wartawan. Saya menghormati profesi jurnalistik. Mari kita sama-sama menjaga etika komunikasi dan kepentingan pendidikan,” pungkas Warkum.
Dengan klarifikasi tersebut, Warkum, S.Pd., M.Si. berharap polemik dapat ditempatkan secara proporsional dan tidak berkembang menjadi pertentangan antara dunia pendidikan dan pers.
Pers tetap dihormati. Kritik tetap dibuka. Klarifikasi tetap diberikan. Namun, komunikasi yang sehat membutuhkan etika, profesionalisme dan saling menghargai.(S.Hadi P)




