Saksi Beny Haloho mengungkapkan bahwa kepolisian awalnya telah menangkap Lidos Girsang.
“Saat itu, petugas kepolisian berusaha melakukan mediasi dan menangkap Lidos Girsang. Tapi anehnya, dia bisa lepas, lalu mengambil sebilah golok dari mobil Grandmax hitam BK 8877 TP miliknya,” ungkap Beny.
Situasi semakin tegang ketika Lidos kembali mengayunkan parangnya, mencoba melukai Tapian Nauli dan Jahiras, hingga akhirnya mengenai seorang anggota kepolisian. Akibatnya, tiga jari tangan kanan petugas tersebut terluka.
Melihat situasi tak terkendali, polisi melepaskan dua tembakan peringatan ke udara. Namun, kelompok Lidos tetap beringas dan merusak satu unit dump truck serta mobil Fortuner yang ada di lokasi.
Informasi dari kepolisian mengungkapkan bahwa Lidos Girsang adalah residivis yang sebelumnya pernah dihukum karena membakar alat berat di lokasi yang sama.
Pengakuan Mengejutkan Lidos Girsang di Persidangan
Dalam persidangan, Lidos akhirnya mengakui bahwa ia bersama keluarganya serta beberapa rekannya memang merusak kendaraan yang ada di lokasi.




