Denpasar, Nusnet.news- Di saat rakyat menghadapi kelangkaan bahan bakar dan antrean panjang di SPBU, jajaran PT Pertamina Patra Niaga justru menggelar agenda mewah di Bali. Investigasi di lapangan mengungkap fakta yang berbanding terbalik dengan narasi efisiensi yang digaungkan pemerintah.
Instruksi efisiensi yang digaungkan pemerintah pusat tampaknya tak sepenuhnya dijalankan di tubuh PT Pertamina Patra Niaga. Hasil investigasi media di lapangan menemukan adanya kegiatan berskala eksklusif yang digelar di Bali, di tengah situasi distribusi BBM yang masih bermasalah di sejumlah daerah.
Pantauan media dilapangan mendapati bahwa pada Sabtu, 11 April 2026, sebuah arena padel di kawasan Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dipesan penuh (full booking) sejak pagi hingga sore hari. Kegiatan berlangsung tertutup dan melibatkan sejumlah pejabat internal serta mitra kerja perusahaan.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sehari sebelumnya. Pada Jumat malam, 10 April 2026, puluhan agen dan mitra BBM dari wilayah Kalimantan diketahui diterbangkan ke Bali dan mengikuti jamuan di sebuah restoran kawasan Tibubeneng, Kuta Utara.
Fakta ini diperkuat oleh dokumen internal yang diperoleh media dari seorang whistle blower, yang membocorkan undangan resmi bertajuk “Evaluasi Kinerja Agen 2025 se-Kalimantan.” Dokumen tersebut menguatkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan di Bali diduga dibiayai dan diselenggarakan oleh pertamina patra niaga.





