Labura,Nusnet.news, Semakin hari setelah sebulan berjalan, masyarakat desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu semakin resah, pasalnya sungai yang berada di tempat tinggal mereka tercemari akibat limbah dari salah satu pabrik disekitar wilayah tersebut yang mengakibatkan ikan-ikan di sungai tersebut mengalami mabuk bahkan mati.
Kepala Desa (KADES) Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (LABURA), Provinsi Sumatera Utara (SUMUT), Ali Bakti Ritonga, saat diwawancarai diruang kerjanya (22/02/24) menjelaskan, tentang peristiwa temuan warga ribuan ikan yang mabuk dan beberapa diantaranya telah mati di Sungai Aek Pidong Desa Terang Bulan pada Minggu, (11/02/24) lalu.
“tentang ikan mati di aek pidong yang sempat viral pada minggu lalu, diduga akibat tercemar Limbah Pabrik berondolan sawit dihulu sungai, kini masyarakat Desa Terang Bulan yang domisili dihilir pabrik kelapa sawit menjadi resah tentang limbah”
Ali bakti melanjutkan “setahu saya, setelah ada Pabrik Berondolan Sawit yang bernama PT.TAN, masyarakat yang penghasilan (mata pencaharian) disekitar sungai menjadi resah, seperti pencari ikan (NELAYAN) dan petani sayur kangkung, akibat Sungai Aek Pidong yang sering tercemar limbah dan sering terjadi banyak ikan mati”.




