Teks foto: Massa Aksi saat berorasi di depan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Rantauprapat. (Ist)
Nusnet.news, Labura – Puluhan Aliansi Mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam PM Pela Raya, Jaringan Aktifis Mahasiswa (JAM) Labuhanbatu, Forum Mahasiswa Revolusi (FORMASI), DPP Aliansi Pemuda Mahasiswa Nusantara, serta Masyarakat Pesisir Bangkit Kabupaten Labuhanbatu, menggelar aksi unjuk rasa di dua tempat menuntut PT Sri Perlak Labura segera di tutup, Jum’at (17/11/2023).
Aksi tersebut, digelar di Desa Suka Rame Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labura, yang merupakan Lokasi PT. Sri Perlak, serta di Kantor KPP Pratama Rantauprapat di Jalan A Yani Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu.
“Ya, aksi digelar di dua tempat dengan waktu yang sama, kita mendesak agar Pemerintah Daerah segera menutup PT. Sri Perlak karena merugikan negara dengan tidak membayar pajak,” ujar Amos Sihombing, Ketua DPP JAM Labuhanbatu, yang mengikuti aksi di lokasi PT. Sri Perlak Labura
Kata dia, aksi ini akan terus berlanjut hingga pihaknya mendapat informasi yang terang dan jelas terhadap tindaklanjut masalah dugaan penggelapan pajak yang dilakukan PT. Sri Perlak tersebut.




