SIANTAR, Nusnet.news- Pimpinan Direksi PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun mendapat kecaman keras dari pegawainya sendiri.
Para pegawai pun melaporkan hal ini dengan berunjuk rasa ke DPRD Kabupaten Simalungun, Kamis (16/11/23) siang.
Aksi para pegawai ini dilakukan setelah PDAM Tirta Lihou di bawah kepemimpinan Dodi Mandalahi dianggap semena-mena memutasi para pegawai.
Belum lagi sosok Dodi yang terlibat dalam dugaan korupsi dengan mengubah klasifikasi pelanggan PDAM Tirta Lihou pada Desember 2022 lalu.
Beberapa nama pegawai PDAM Tirta Lihou yang mengadukan Direksi PDAM Tirta Lihou di antaranya Nelly Pakpahan, Lisda Siahaan, Rima Nainggolan, dan Mariana Tambunan.
Khusus Mariana, ia mengaku bahwa sebelumnya telah bekerja di Unit Tanah Jawa, dan kemudian dipindahkan ke Unit Balata. Tak berhenti di situ, ia pun kaget menerima kembali Surat Pindah Tugas (SPT) untuk berdinas di Unit Cabang 1 yang meliputi Merek Raya dan Raya Bayu, Kecamatan Raya.
“Ketika kebijakan mutasi yang dilakukan saya tanyakan kepada Dirut, Dirut mengatakan tanya kepada Direktur Umum (Dirum),” ujar Mariana yang merasa sangat disepelekan oleh pimpinan sendiri.




