Jatim,Nusnet.id- Berhati-hatilah dalam setiap mengucapkan sebuah perkataan, menjaga lidah bukanlah perkara mudah, jika tak bisa menguasai amarah apa yang kita ucapkan bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri. Bahkan istilah yang sering kita dengar adalah “Mulutmu Harimaumu”.
Mungkin itulah kiasan yang tepat dalam situasi saat ini, khususnya untuk kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Wilayah Jawa Timur.
Pasalnya, dalam beberapa minggu terakhir ini, Kemenkumham Kanwil Jatim menjadi pusat perhatian publik, akibat dalam seminggu secara berturut-turut, didemo oleh organisasi Aliansi Madura Indonesia (AMI).
Melihat kondisi tersebut, tentunya membuat predikat dan prestasi dari Kanwil Jatim yang selama ini ditorehkan, yakni Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) patut dipertanyakan.
Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Kaconk Baihaki Akbar, selaku ketua umum dari Aliansi Madura Indonesia, yang mana dirinya menilai, bahwasanya kinerja dan kerja keras dari Kakanwil yang dulu yakni Krismono, hingga mampu meraih predikat WBK dan WBBM kini luntur dan sirna akibat ulah dan ucapan seorang Kadivpas Kanwil Jatim yang bernama Teguh Wibowo.




