Dirinya menceritakan awal muasal permasalahan, hingga Aliansi Madura Indonesia memilih turun aksi sampai part V adalah, berawal saat dirinya bersama awak media menemui Kadivpas Kanwil Jatim, dan mencoba mengkonfirmasi perihal adanya berita tentang oknum Sipir berinisial (W) dari lapas Lowokwaru yang tertangkap tangan sedang memasukkan narkoba kedalam lapas.
“Namun saat itu, Kadivpas Kanwil Jatim yang sedang memakai baju seni budaya, malah dengan angkuh dan sombongnya mengatakan bahwasanya kasus itu sudah dilimpahkan ke pihak kepolisian, bahkan sudah diserahkan terimakan, silahkan cek aja sendiri ke Kepolisian,” ujar Kaconk Baihaki sembari menirukan gaya bicara Kadivpas yang disertai menyilangkan kakinya.
Mendengar pernyataan dan jawaban tersebut, pada tanggal 31 Oktober lantas awak media menghubungi Kasatresnarkoba Polres Malang kota yang kebetulan sebelumnya menjabat sebagai wakasatnarkoba di Polrestabes Surabaya.
Namun hal yang sangat mengejutkan terjadi, apa yang telah dilontarkan oleh pejabat utama dari Kanwil Jatim yakni Kadivpas, sangat berbeda bahkan terbilang nihil alias kosong. Tidak ada kasus oknum lapas sipir Lowokwaru di Polres Malang Kota, seperti apa yang diucapkan oleh Kadivpas Kanwil Jatim.




