“Kemudian keesokan harinya sekitar pukul 04.00 WIB, korban terbangun karena mendengar suara air deras dari luar rumah,” ucap AKP Suit Purba.
Saat keluar rumah, korban mendapati meteran air yang berada di dalam pagar rumahnya telah hilang. Korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada kepala lingkungan setempat.
Menurut polisi, setelah dilakukan pengecekan bersama petugas PDAM, diketahui bahwa pencurian meteran air tidak hanya terjadi di rumah korban. Sejumlah warga lain di Kelurahan Balata juga melaporkan kehilangan serupa sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Warga sudah sangat resah karena hampir setiap hari ada laporan kehilangan meteran air. Modus pelaku dilakukan pada malam hari dengan cara mencabut meteran air milik warga,” ungkapnya.
Pada Selasa pagi sekitar pukul 09.30 WIB, pelapor bersama kepala lingkungan dan sejumlah warga yang juga menjadi korban mendatangi Polsek Balata untuk membuat laporan resmi.
Menerima laporan tersebut, Kapolsek Balata langsung memerintahkan Kanit Reskrim, Kanit Intelkam, dan Bhabinkamtibmas untuk segera bergerak melakukan penyelidikan.




