Simalungun, Nusnet.news- Terkait peredaran narkotika jenis sabu sabu di kampung korem, kini menjadi sorotan Bara Hati. Dan dinilai bisnis haram yang di kelola bandar Heri semakin masif dan terorganisir. Bahkan kini jaringannya semakin meluas hingga kemana-mana.
Ketua Umum Bara Hati Indonesi Rikkot Damanik S.H Berharap agar pihak Polres Simalungun dan aparat terkait segera menindaklanjuti informasi dari warga, baik itu secara langsung atau melalui media online.
“Kita minta agar aparat penegak hukum, lebih serius untuk menangani bebasnya peredaran narkotika di Nagori Mekar Bahalat (Kampung korem) tersebut, karena kita tidak mau masa depan anak bangsa jadi rusak,” Tegas Rikkot Damanik.
Sementara menurut narasumber berinisial Aan ke tim media, Kamis (12/03/26) menerangkan bahwa apa yang di sampaikan Rikkot Damanik benar adanya, karena bandar Heri tidak sendirian menjalankan bisnis barang haramnya tersebut, beliau justru merekrut dan bekerjasama dengan keluarga kandungnya sendiri.
Dia (Heri) itu tidak sendirian untuk menjalankan bisnis haramnya bang, justru dia bersama adik-adiknya si Tolok, Hendra dan Tinok. Namun untuk meng-handle semua di lapangan, Heri mempercayakan ke Tolok yang merupakan adik bungsunya bang,” Ujar narasumber ke tim media.




