Kasi Humas juga menyampaikan pesan filosofis tentang Ramadan. “Ramadan bukan tentang siapa yang paling berani, tetapi tentang siapa yang mampu menjaga diri. Berani yang sebenarnya adalah berani menahan nafsu, berani mengendalikan emosi, berani menjauhi hal-hal buruk. Bukan berani pukul-pukulan dengan sarung,” ungkap AKP Verry dengan bijak.
“Orang yang benar-benar kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya, bukan orang yang bisa memukul orang lain. Ini yang harus dipahami oleh anak-anak muda kita,” tambah Kasi Humas.
Polres Simalungun juga memberikan peringatan hukum. “Perang sarung yang mengakibatkan cedera atau perkelahian bisa diproses secara hukum sebagai penganiayaan atau kekerasan. Pelaku bisa dijerat dengan KUHP dan diproses pidana. Jadi ini bukan main-main, ini ada konsekuensi hukumnya,” kata AKP Verry memberikan peringatan.
“Kami akan melakukan patroli intensif selama Ramadan untuk mengantisipasi perang sarung atau gangguan kamtibmas lainnya. Kalau kami temukan kelompok yang melakukan perang sarung dan mengganggu ketertiban, kami akan tindak tegas,” tambah Kasi Humas menegaskan.




