Humas juga mengajak orang tua untuk berperan aktif. “Kepada para orang tua: tolong awasi anak-anak kalian. Jangan biarkan mereka ikut perang sarung. Arahkan mereka untuk ikut kegiatan positif di masjid atau di rumah. Orang tua punya tanggung jawab besar dalam mendidik anak,” ungkap AKP Verry.
“Kalau anak kalian terluka atau ditangkap polisi karena perang sarung, yang rugi adalah kalian sendiri sebagai orang tua. Lebih baik cegah dari awal daripada menyesal di kemudian hari,” tambah Kasi Humas mengingatkan.
Tokoh agama juga diminta untuk memberikan pencerahan. “Kami juga mengajak para tokoh agama, ustadz, dan kyai untuk memberikan ceramah dan pencerahan kepada anak-anak muda tentang bahaya perang sarung dan pentingnya mengisi Ramadan dengan kegiatan bermanfaat,” kata AKP Verry.
Di akhir himbauannya, Kasi Humas menyampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat Simalungun. “Mari kita sambut Ramadan 1447 H dengan penuh kekhusyukan dan kebaikan. Tinggalkan perang sarung dan tradisi-tradisi yang tidak bermanfaat. Isi Ramadan dengan ibadah, ilmu, dan amal saleh. Jadikan Ramadan ini lebih bermakna dan membawa berkah. Polres Simalungun siap mengawal Ramadan yang damai dan penuh berkah!” pungkas AKP Verry Purba menutup himbauannya dengan harapan Ramadan 1447 H di Simalungun berjalan dengan damai, khusyuk, dan jauh dari gangguan seperti perang sarung yang tidak bermanfaat.(S.Hadi P)




