Spanduk itu bertuliskan “Mosi Tak Percaya Orangtua Siswa dan Guru MAN Pematangsiantar, Tuntut Kamad (Kepsek) Lintong Sirait dan Ketua Komite Imran Simanjuntak Untuk Transparan dan Terbuka dalam Mengelola Dana Bos – Dana Komite. Lintong Sirat dan Imran Simanjuntak adalah Saudara Ipar”.
“Yang kami tuntut cuma transparansi. Dana komite Rp110 ribu per bulan dikalikan 1.270 siswa, ke mana rinciannya?, kalau kami orang tua siswa diundang untuk hadir, mereka menunjukkan rinciannya, sebenarnya ini engga ada masalahnya,” tegas Herman.
Terkait kekisruhan ini, YEP menegaskan akan mengadukan gejolak di tubuh MAN Pematangsiantar ke Biro Umum Sekjen Kemenag yang membidangi urusan kepegawaian.
“Saya akan laporkan juga ke Biro Umum Sekjen Kemenag agar persoalan ini jelas,” pungkasnya.
Sementara itu, upaya untuk mendapatkan konfirmasi langsung dari Ketua Komite MAN, Imran Simanjuntak, belum berhasil. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pria yang juga Ketua PKB Pematangsiantar itu belum memberikan respons. (S.Hadi Purba)




