Jakarta, Nusnet.news- Forum Peduli Simalungun Jakartaa melaporkan PTPN 4 , kepada Presiden Prabowo , Wapres Gibran dan Menteri BUMN Erik Tohir karena dianggap telah melalukan kebijakan yang mendsikriminasi Simalungun serta telah menciptakan bencana banjir di Simalungun akibat pergantian komoditi teh jadi kelapa sawit.
Laporan tersebut disampaikan lewat surat nomor ;FPSJ/11/SIM/N4-RTEG2/VI/2025 , tanggal 3 Junin 2025, yang juga di tujukan kepada menyeri BUMN , Dirut Holding PTPN , Dirut PTPN-IV PalmCo dan region Head PTPN 4 Regional II.
FPSJ menjelasakan sebelumnya direksi dan Komisari PTPN 4 pernah dijabat lima putra Simalungun, dan pada jabatan – jabatan Manager serta staff masih terdapat putra Simalungun , namun saat ini tidak ada satupun pejabat setingkat Direksi dan Komisaris di PTPN4 Regional II yang kebunnya 60% berada di wiliayah kabupaten Simalungun.
Menurut fpsj Perkebunan PTPN 4 Regional II menguasai dan mengusahai tanah di kabupaten Simalungun kurang lebih 80.000 Ha atau 60% dari luas perkebunan milik PTPN4 regional II, dan sisanya berada di tujuh Kabupeten lain yakni Kabupaten Serdang Bedagai , Deli Serdang , Langkat , Tapanuli Selatan , Mandailing Natal , dan Kabupaten Labuhan Batu, tetapi justru putra Simalungun tidak ada sampai 3% pun yang bekerja di PTPN4 regional II, dan penyaluran dana CSR tidak dinikmati Simalungun sebagai penduduk lokal asli.




