Salah seorang pedagang, Simanjuntak, menyampaikan kekecewaannya terhadap aksi tersebut. “Dagangan kami jadi sepi, Pak. Pengunjung takut belanja. Kalau begini terus, siapa yang mau datang lagi ke Pasar Horas?” katanya kesal.
Ia meminta agar aksi dipindahkan ke kantor Wali Kota atau DPRD, bukan di sekitar pasar. “Modal sudah keluar pagi tadi. Kalau akses ditutup begini, bagaimana nasib keluarga kami?” tambahnya.
Keluhan juga datang dari sopir angkot dan tukang parkir. Seorang sopir angkot mengaku kesulitan mendapatkan penumpang. “Sudah susah cari penumpang, makin susah gara-gara jalan ditutup,” ujarnya. Seorang tukang parkir mengeluh karena penghasilannya menurun drastis. “Biasanya ramai, sekarang sepi. Kalau begini terus tiga hari, kami bisa gagal setor uang harian,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Pemuda Pancasila Unit Pusat Pasar, Saut Silalahi, menyatakan dukungan terhadap langkah Pemko Pematangsiantar. Menurutnya, solusi yang ditawarkan pemerintah telah melalui proses panjang dan melibatkan banyak pihak.




