Saat pelapor dan saksi sedang mengecek lokasi, datang DN dengan membawa sebilah arit dan palu. Dengan nada mengancam, DN mengarahkan senjata tersebut kepada pelapor dan berkata:
“Tinggalkan tempat ini dalam waktu 1×24 jam. Kalau tidak, saya tidak bisa jamin keselamatan kalian.”
DN mengklaim bahwa lahan tersebut adalah miliknya, namun saat diminta menunjukkan bukti kepemilikan, ia tidak dapat memperlihatkan dokumen apapun. Pelapor yang merasa terancam kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Labuhanbatu.
Setelah dilakukan penyelidikan, tim opsnal akhirnya berhasil mengamankan DN beserta barang bukti sebilah arit dan sebuah palu. Saat diinterogasi, DN mengakui seluruh perbuatannya.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Choky Sentosa Meliala, S.I.K., S.H., M.H., membenarkan penangkapan tersebut dan mengapresiasi kinerja cepat tim opsnal.
“Kami berkomitmen untuk menjaga rasa aman masyarakat. Setiap bentuk ancaman, apalagi yang melibatkan senjata tajam, akan kami tindak tegas. Terduga pelaku saat ini telah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kapolres.




