“Masyarakat sudah muak dibodohi. Sudah saatnya institusi penegak hukum menunjukkan keberpihakan pada kebenaran, bukan hanya formalitas dan pencitraan,” tegasnya.
Henderson juga menyoroti razia yang digelar pada malam sebelumnya, yang disebut-sebut menyasar lokasi THM Studio 21. Namun, ia mempertanyakan integritas razia tersebut.
“Tadi malam memang telah digelar razia, namun razia itu tidak melibatkan kami sebagai pihak yang sedang menyoroti maupun awak media. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” katanya.
Menurutnya, bukan bermaksud menuduh, tetapi dari dokumentasi yang dirilis oleh pihak Polres, tidak tampak adanya satu pun perempuan atau pengunjung yang diperiksa.
“Dalam foto yang dirilis, tak ada satu pun wanita, dan katanya semua hasil tes urine negatif. Ini tentu membingungkan publik. Masa sih semuanya bersih? Ini razia atau sandiwara?” ujarnya dengan nada kritis.
Ia juga mengkritik pola komunikasi dan transparansi pihak kepolisian yang dinilai tidak melibatkan elemen masyarakat yang selama ini aktif menyuarakan permasalahan.




