Selain merasa keberatan dan menyayangkan sikapnya Leo Haloho, SPTSI Kabupaten Simalungun berencana akan melayangkan surat keberatan kepada PT RAS serta akan menemui salah satu owner PT RAS yang berdomisili dikota Tebing Tinggi.
“SPTSI Simalungun akan melayangkan surat keberatan kepada PT RAS, lalu kami akan bertemu dengan salah satu owner PT RAS yang ada dikota Tebing Tinggi”, ucap JW Purba.
Terpisah, Leo Haloho saat di konfirmasi oleh media ini membenarkan bahwa dirinya telah memutuskan hubungan kemitraan kerja dengan F-SPTSI Kabupaten Simalungun. Dirinya menilai bahwa F-SPTSI Simalungun banyak tingkah, mau duit tapi tidak bekerja.
“Yang gilanya itu, biarkan saja dia berkoar koar karena saya sudah putuskan hubungan mitra kerja dengan F-SPTSI. Masa mau duit tapi tidak bekerja”, ucapnya geram.
Saat kembali di pertanyakan apa yang tertuang di dalam AD/ART nya. Leo Haloho langsung mengatakan bahwa itu tidak benar.
“Tak ada itu AD/ART, yang benarnya mereka mau mengolah. Memang benar anggota SPTSI yang membongkar sawit kami disini, ya kita bayar ke anggotanya, masa mereka mau kita bayar lagi?”, kesalnya.




