Ketika kita membeli dari pedagang pasar, warung sekitar lingkungan kita, atau pengrajin serta petani lokal, sesungguhnya kita sedang membantu ekonomi kampung dan daerah kita tetap berputar. Uang yang kita belanjakan di kampung atau daerah kita sendiri tidak pergi jauh, tapi akan kembali dalam bentuk belanja, pekerjaan dan peluang usaha baru. Inilah yang kita kenal dengan prinsip ekonomi gotong royong. Setiap rupiah yang dibelanjakan di daerah akan menciptakan efek berganda, menambah penghasilan pelaku UMKM yang berpotensi membuka peluang dan lapangan kerja baru, meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Kita perlu melibatkan diri kita sendiri, komunitas, lingkungan dan seluruh lapisan masyarakat kita dalam “Gerakan Belanja di Kampung Sendiri”. Terutama kami minta kepada Bapak dan Ibu penerima TPP Pemkab Aceh Tamiang, Tunjangan Jasa Medis, Sertifikasi Guru atau tunjangan lain yang berasal dari pemerintah, saya minta agar membelanjakan uangnya di kampung atau daerah kita sendiri. Kita ingin mayoritas uang yang dikeluarkan oleh Pemkab Aceh Tamiang menjadi komponen penting pergerakan roda perekonomian daerah. Sekecil apa pun belanja atau pembelian kita, kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya akan luar biasa. Saya mengajak kita semua mari jadikan belanja harian sebagai bentuk dukungan
nyata menghidupkan UMKM dan menggerakkan ekonomi daerah. Kita hidupkan kembali semangat gotong royong dalam bentuk gerakan ekonomi. Kita bantu sesama. Kita kuatkan UMKM. Dan kita gerakkan ekonomi dari kampung sendiri untuk Aceh dan Indonesia.




