Yang ketiga yang mesti kita lakukan adalah, menghidupkan kembali kepedulian sosial di lingkungan masyarakat kita. Dahulu, orang tua kita tidak takut menegur atau memarahi anak tetangga atau anak saudara bila salah. Namun kini, kita sering dengar bahasa, “urus saja anak atau keluarga sendiri”. Ada yang luput dari amatan kita bersama dari pernyataan ini. bahwa pernyataan itu adalah indikasi hadirnya budaya individualisme di dalam budaya sosial komunal masyarakat kita. Ini anomali dalam budaya kita yang terkenal dengan kegotong-royongan, Ujarnya.
ditambahkan Armia, Penguatan peran dan fungsi Datok Penghulu serta kepala Mukim perlu dilakukan untuk menyikapi kondisi belakangan ini. Masifnya infiltrasi budaya luar serta keadaan geopolitik nasional dan global mempengaruhi kita dan lingkungan masyarakat kita.
Paparan budaya itu kini turut mengubah kondisi sosial budaya masyarakat kita. Nah, apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi itu semua? Yang pertama adalah penguatan nilai-nilai agama di tengah-tengah masyarakat kita. Pemkab Aceh Tamiang sudah lama memiliki program Da’i Kecamatan, mendampingi program Da’i Perbatasan dari Pemerintah Aceh.




