Sekitar pukul 08.00 WIB, Kapolres Simalungun beserta peserta apel bergerak menuju lokasi warga yang terdampak banjir untuk meninjau lokasi serta melakukan pembersihan. Mereka mengeluarkan perabotan dan juga puing-puing batu menggunakan peralatan seperti cangkul dan sekop, serta menurunkan alat berat dan mobil pemadam. Hingga saat ini, pembersihan material banjir berupa bebatuan telah dilakukan dengan menggunakan alat Dozer, Excavator, dan cangkul.
Pembersihan banjir dilakukan di tiga titik, yaitu Jalan SM Raja Parapat, Jalan Angga Rajim Parapat, dan hingga Dusun Sualan Nagori Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Personel gabungan TNI/Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, petugas media bersama masyarakat masih terus melaksanakan pembersihan material pasca banjir di lokasi kejadian dan rumah-rumah warga. Air sudah surut, namun cuaca masih mendung sehingga dikhawatirkan hujan akan kembali turun.
Hingga saat ini, tidak ada laporan kerugian immateril atau korban meninggal dunia. Kerugian materil akibat bencana alam meliputi kerusakan barang pribadi milik korban, biaya pengobatan, biaya perbaikan, biaya transportasi dan akomodasi yang mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu. Jumlah kerugian materi belum dapat diperhitungkan, namun diperkirakan berkisar ratusan juta rupiah.




