“Ya benar pak, saya pelakunya, dan saya dibantu oleh teman saya SNG,” ucapnya kepada Kanit PPA dilokasi.
Begini kronologisnya yang berhasil dirangkum oleh kru media ini, bahwa pada hari Minggu sekira pukul 01.30 Wib, saksi pelapor (NS) sedang tidur didalam kamar. Namun secara tiba tiba korban terbangun karena lehernya dicekik oleh seseorang yang tidak diketahui, karena lampu kamar dalam keadaan mati.
Mendapat perlakuan yang tidak senonoh, selanjutnya korban melakukan perlawanan dan mulutnya dibuka secara paksa dan dimasukkan sesuatu yang tidak diketahui oleh korban. Sehingga mengakibatkan luka dibibir bagian atas dan mengeluarkan darah dari dalam mulut korban.
Setelah korban NS yang diketahui informasinya baru saja lulus penerimaan pegawai negri Sipil lewat jalur P3K melakukan perlawanan, sembari dirinya berkata ” SAYA NGGAK MAU MATI”,
Selaniutnya korban dicekik kembali dan pelaku langsung membuka celana korban dan memasukkan sesuatu ke kemaluan korban.
Akibat kejadian tersebut korban NS merasa trauma dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke
Poles Simalungun agar pelaku dapat diproses sesuai Hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.




