Dengan tegas PW HIMMAH Sumut dan DPD KNPI Simalungun menolak penawaran untuk masuk kedalam kantor INL mengingat beberapa waktu lalu beredar bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan adalah pesanan dan dibayar oleh salah satu vendor.
“Kami tidak akan mau masuk kedalam, kemarin kami aksi karena ditantang hari ini kami aksi kembali karena kalian bilang kami dibayar, perlu kami tegaskan bahwa aksi ini murni gerakan mahasiswa dan pemuda untuk kepentingan maayarakat Simalungun bukan pesanan ataupun bayaran dari siapapun karena tidak ada satupun diantara kami yang berada disini yang dibayar kepalanya untuk ikut aksi di sini dan perlu di ingat tidak ada satupun dari tuntutan kami yang jawabannya bersifat rahasia jika memang berani adu data kita adu disini jangan beraninya didalam kantor supaya semuanya bisa melihat dan menilai betapa bobroknya management PT. INL,” tegas Kamal.
Karena ditolak Agus sebagai perwakilan PT. INL lari dan tidak berani menghadapi massa aksi lagi.
“Jawab semua tuntutan kami disini bukan didalam, Kok lari? Takut? Sini jawab tadi nantang!, kalau mau adu data bawa semua datanya kesini jangan cuma omong kosong aja”, ucap Kamal.




