Sementara Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan provinsi Sumatera Utara Heru Pudyo Nugroho menjelaskan dalam kurun waktu tahun 2019 hingga penghujung tahun 2023 ini di Provinsi Sumatera Utara, APBN masih menjadi sumber yang diandalkan dalam menghadapi berbagai gejolak seperti pandemi dan meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat.
APBN ditetapkan melalui undang-undang, di mana pembahasan dan dukungan dewan perwakilan rakyat berjalan sangat konstruktif dan akuntabilitas, APBN juga dijaga melalui audit Badan Pemeriksa Keuangan, dari laporan keuangan pemerintah di tengah gejolak ekonomi global dan geopolitik yang menyebabkan polatilitas harga komoditas inflasi dan kenaikan suku bunga negara-negara maju.
Tekanan modal dan nilai tukar serta terjadinya El Nino yang mempengaruhi harga pangan, kinerja dan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara tetap terjaga dengan baik dengan pertumbuhan sebesar 4,94% years to years, dan inflasi kita juga terjaga cukup rendah dalam angka yang stabil di 2,6%, hal tersebut perlu terus kita jaga agar kesejahteraan masyarakat semakin membaik salah satunya melalui instrumen belanja pemerintah pusat maupun belanja pemerintah daerah, keseimbangan eksternal juga terjaga dengan kinerja neraca perdagangan sampai dengan September 2023 kita masih sebesar 412,02 juta US Dollar dan transaksi berjalan yang tetap terjaga dengan baik.




