“Data yang kami peroleh, kurun waktu Januari sampai Juni 2023 kebutuhan darah mencapai 1.319 kantong. Ini menjadi tantangan dan tanggungjawab semua pihak dalam menyelamatkan umat,” ungkap Cut Syazalisma.
Menjawab tantangan ini, PMI Aceh Selatan terus bekerja maksimal untuk nengupayakan pelayanan donor darah hingga terbentuk relawan di gampong-gampong.
“Langkah pertama, kita uji petik Kecamatan Tapaktuan sebagai pilot project, menyusul kecamatan Samadua hingga menyebar ke 260 gampong di seluruh Aceh Selatan. Hari ini kita tandatangani kontrak kerjasama peluncuran aplikasi donor darah dengan Politeknik Aceh Selatan (Poltas),” jelas beliau.
Secara tegas Ketua PMI menyampaikan bahwa, tekat kami sungguh-sungguh dan serius membantu masyarakat Aceh Selatan yang mengalami kesulitan tanpa membedaan status sosial masyarakat dari berbagai komponen. Namun, tanpa dukungan dan kerjasama semua pihak, hal ini akan menjadi sia-sia, pungkas beliau.
Sementara itu, Dewan Pembina PMI, Teuku Mudasir yang akrap disapa Cek Mu mengapresiasi langkah dan program pengurus PMI setempat melakukan langkah-langkah sinergis dengan menggandeng aparatur gampong untuk menindaklanjuti sisi kemunusiaan disektor donor darah.




