Untuk itu, Baihaki mempertanyakan bagaimana bisa pernyataan dari seorang pejabat petinggi Kanwil Jatim yakni Kadivpas telah memberikan pernyataan bohong kepada publik. “Publik dibohongi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Baihaki membeberkan bukti-bukti lainnya yaitu terkait dugaan lemahnya sistem keamanan di Lapas Kediri yang menyebabkan satu nyawa warga binaan melayang.
“Lalu ada lagi, pernyataan Karutan Sampang atas penyampaian kepada publik bahwa seorang warga binaan bisa kabur pakai sikat gigi dan sendok. Pernyataan apa itu ?. Bagaimana bisa kabur pakai alat itu saja,” bebernya.
Selain itu Baihaki menyebutkan bebasnya peredaran narkoba di dalam Lapas Pamekasan dan Lapas Bojonegoro. Menurutnya, para warga binaannya bisa bebas melakukan ajang pesta narkoba dan menjadi sarang peredaran narkoba “Buktinya pesta narkoba itu sampai diunggah di media sosial,” ujarnya.
Atas kebobrokan itulah, Baihaki mengatakan bahwa sebagai bentuk peduli terhadap maraknya peredaran narkoba, AMl memilih jalan untuk turun aksi ke Kanwil Jatim untuk menyuarakan aspirasinya.




