Dijelaskan, berdasarkan data hasil Studi Status Gizi Indonesia (SGGI) tahun 2021, prevalensi stunting Kabupaten Aceh Tamiang masih mencapai 30,8%. sedangkan menurut WHO, batasan prevalensi stunting suatu wilayah adalah sebesar 20%.
“Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa angka tersebut masih jauh di atas batas yang telah ditetapkan WHO,” kata Wabup lagi.
Kepada para orang tua, Wabup Insyafuddin mengajak supaya masyarakat dapat lebih memperhatikan asupan makanan dan nutrisi anak-anak. Hal ini guna mempersiapkan generasi penerus masa depan yang lebih baik.
Disebutkannya, banyak jajanan anak-anak hari ini yang masih belum memenuhi standar jajanan pangan aman dan sehat. Sebagian yang dikonsumsi masih berupa junk food yang mengenyangkan tapi kering nutrisi.
“Secara harfiah, mungkin si anak merasa kenyang dengan jajanan yang seperti itu, tapi kecukupan nutrisinya masih kurang,” terang Wabup menjelaskan.
Diuraikan Wabup, prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Tamiang masih tinggi. Pada tahun ini, Aceh Tamiang termasuk dalam 100 Kabupaten/Kota prioritas nasional dalam upaya pencegahan stunting.




