Mentan SYL menjelaskan keberhasilan penanganan Wabah PMK di Aceh Tamiang merupakan kerja tim yang baik antara provinsi dengan kabupaten dan kolaborasi yang apik bersama seluruh Forkopimda dan seluruh jajaran di bawahnya.
“Saya meninjau langsung kondisi ini untuk memastikan penanggulangan dilakukan dengan cepat dan komprehensif. Alhamdulillah, semua stakeholder terlibat dan bekerja sama dengan baik,” sebut SYL.
Kemudian SYL menegaskan jangan ada kepanikan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sapi di Aceh, karena Aceh tidak lagi tanggap darurat, tapi sudah masuk tahap kedua yaitu penyembuhan.
“PMK sudah terkendali di Aceh. Mari kita membangun persepsi publik bahwa PMK ini selesai dapat diatasi dengan suntikan, obat-obatan dan vitamin yang dapat meningkatkan imunitas hewan ternak,” tegas SYL.
SYL menjelaskan, perlu disosialisasikan PMK ternak tidak menular ke manusia. Sapi yang terpapar PMK dagingnya bisa dan layak dikonsumsi. Kecuali daging di area mulut dan jeroan itu dibakar.
“Agenda kedua, atau penyembuhan ini merupakan temprorer pengobatan,” sambungnya.
Yang perlu dipahami, PMK ini memang berbahaya pada hewan, tetapi tidak menular kepada manusia.
“Daging hewan yang terinfeksi masih bisa dikonsumsi dengan pengolahan yang sehat dan benar,” sebutnya.
(Wartawan Wiwin Hendra)




