Kondisi minimnya perlengkapan belajar di Pesantren Al-anshar ini tidak lepas dari minimnya kemampuan finansial pesantren untuk mewujudkan itu semua.
Untuk menfasilitasi biaya makan puluhan anak yatim saja sudah sangat berat apalagi harus menyediakan perangkat komputer yang pastinya membutuhkan dana yang sangat besar.
Jika harus membebankan pada santri itu jelas tidak mungkin, karena memang dari awal pesantren ini didirikan untuk kalangan yang sulit mengakses pendidikan.
Bu Afrida menjelaskan bagaimana sulitnya kehidupan para santri.
“Kadang saat saya bertanya, kenapa nak rambutnya tidak dipangkas? Kenapa nak pulpennya tidak dibeli? jawabannya memang miris sekali, beberapa menjawab bahwa mereka belum punya uang, orangtua tak kunjung datang, ada beberapa kasus uang jajan hanya Rp. 20.000/minggu kadang tidak ada sama sekali, mau menelpon orangtua juga tidak ada jaringan di desanya sehingga komunikasi sangatlah sulit”, kata Bu Afridar
Diawal tahun 2021, ACT Aceh menyerahkan 11 unit computer beserta meja dimana nantinya akan membantu para siswa lebih melek literasi digital. Bu Afrida selaku kepala sekolah SMP Swasta Al-Anshar yang terletak di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, sangat bersyukur dengan adanya bantuan dan akan memacu para siswa lebih giat lagi belajarnya.




