Karena harus menumpang di sekolah orang sudah tentunya santri harus menunggu antrian sampai sekolah mereka tiba. Jika sekolah lain AN-nya dimulai di waktu pagi, maka santri Al-Anshar memulai ujian di siang hari sampai jam 18.00 wib.
Tetapi ini tidak menyurutkan semangat para guru dan santri. Dibanding mereka yang tidak sekolah, mereka berfikir sangat bersyukur bisa sekolah.
Para santri sebelum mengikuti ujian, akan dilatih dulu oleh para guru disini, dimulai dari pengenalan komputer sampai cara pengoperasian komputer.
Setidaknya 1 minggu sebelum ujian dilaksanakan para guru akan membawa laptop atau meminjam pada siapa saja agar bisa mengajari para santri.
Tetap saja, tidak semua santri mampu mengoperasikan komputer dengan baik,
Dari cerita Bu Afrida, pernah ada kejadian yang sangat menyedihkan.
“Waktu itu, salah satu operator sekolah berkeliling disekitar para santri yang sedang mengikuti ujian, tiba-tiba ia kaget lalu ia berkata ke pada Bu Afrida bahwa ada santri yang belum mengisi form data diri”, Cerita Bu Afrida sambal mengingat-ngingat kembali kejadian yang sempat membuatnya kalang kabut pada waktu itu.
“Saya jadi kaget, lalu saya bertanya, kenapa belum diisi nak? Apa kendalanya? Rupanya ia tidak bisa mengoperasikan komputer dan malu bertanya”, Tambah Bu Afrida dengan nada lirih.




