“Saya rasa sebaiknya surat pernyataan itu bagi orang tua yang tidak izin saja, itupun jangan begitulah redaksinya. Dampaknya, kalaupun tadinya ada niat mau, akhirnya jadi takut,” paparnya.
Diakui mantan Ketua DPD KNPI Labuhanbatu itu, terdapat keengganan orangtua agar anaknya divaksin. Menurutnya hal itu dikarenakan adanya informasi dampak buruk setelah vaksinasi. Walaupun kebenaran informasi belum bisa dipertanggungjawabkan, tetapi telah tertanam disebagian para orang tua.
“Saya juga lihat dan baca di sosial media, sudah menjadi pembahasan kalangan dunia maya. Kalau saran saya, sebaiknya surat pernyataan jikapun diperlukan, jangan pula membuat beban terhadap orangtua pelajar lagi,” saran Roro.
Beredarnya surat pernyataan vaksinasi tersebut, ternyata menimbulkan kebingungan bagi Dinas Pendidikan dan Kemenag Labuhanbatu. Sebab, kedua instansi/lembaga itu sama sekali tidak pernah memberi imbauan atau perintah atas kebijakan yang kini membuat keresahan itu.
Misalnya saja seperti disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Sumut, Asrol Azis Lubis via WhatsApp menegaskan tidak pernah memberikan arahan itu.




