Seperti pengakuan DSP (35) warga Rantauprapat, selaku ibu dia khawatir dengan dampak akibat vaksinasi. Walaupun dia menepis isu-isu atau informasi hoaks yang sudah beredar, belakangan keraguannya memuncak.
Hal senada disampaikan JG (46) ayah dari seorang pelajar SD di Kota Rantauprapat. Dia sendiri bertanya mengapa mesti pihak sekolah membuat surat pernyataan itu. “Kenapa mesti ada surat pernyataan, rupanya ada apa di vaksin itu,” tanyanya.
Terpisah, Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Labuhanbatu, Roro Simbolon yang juga merupakan orangtua ditemui, Jumat (14/1/2022) juga merasa bingung dengan surat pernyataan yang beredar luas.
Akibat surat pernyataan yang menjadi informasi melalui sosial media, diakuinya berdampak semakin khawatirnya masyarakat untuk mengikutkan anaknya menjadi peserta vaksinasi Covid-19. Bahkan, memungkin berdampak enggannya orangtua menyuntikkan anaknya.

Foto : Potongan screenshot surat pernyataan orangtua terkait vaksinasi yang kini meresahkan. (Foto/Koko Wan)




