Labuhanbatu,Nusnet.news- Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia, salah satunya masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia terutama masalah pendek (stunting) dan kurus (wasting) pada balita serta masalah anemia dan kurang energi kronik pada ibu hamil.
Masalah kekurangan gizi pada ibu hamil ini dapat menyebabkan berat badan bayi lahir rendah dan kekurangan gizi pada balita termasuk stunting.
Keseriusan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam menangani masalah stunting terlihat dari gerakan dan gebrakan yang dilakukan Tim Percepatan Penurunan Stunting dibawah pimpinan Wakil Bupati Labuhanbatu Hj. Ellya Rosa Siregar, S.Pd, MM., diantaranya melalui rembuk stunting yang digelar di aula Dharma Melati Hotel jalan A.Yani Rantauprapat Kecamatan Rantau Utara Rabu (7/6/2023).
Menurut Hj. Ellya Rosa, S.Pd, MM., stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki resiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya akibat kekurangan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki.




