Nusantara Netizen – Jakarta
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ini sedang menjadi perhatian publik dan
SAYA mengikuti serta amati banyak tuntutan masyarakat kepada Polri, sejak terungkapnya rekayasa dalam peristiwa pembunuhan Brigadir Yoshua di rumah dinas petinggi petingi Polri.
Publik tidak saja menuntut diungkapnya kronologi peristiwa dan motif pelaku sebenarnya, tetapi juga menuntut dipecatnya para anggota Polri yang terlibat, termasuk tuntutan mundur pada anggota Kompolnas yang dianggap ikut melindungi kejahatan.
Tidak berhenti di situ, publik juga menuntut dilakukan audit terhadap operasi-operasi dan aktivitas Satgasus meski sudah dibubarkan Kapolri.
Kekuatan publik, dalam hal ini media sosial dan media mainstream yang masih kritis, sepertinya menyadari bahwa persoalan utama dalam peristiwa Duren III bukanlah persoalan pribadi pejabat tinggi Polri semata, melainkan ada persoalan institusi yang selama ini didiamkan dan pelan tapi pasti menghancurkan institusi Polri.
Hal itu terlihat dari respons negatif publik terhadap statement-statement penyidik atau Humas Polri serta pihak mana pun yang terkesan berupaya melokalisir persoalan Duren III pada persoalan perilaku Irjen Sambo semata, bukan perilaku institusi.




