Uang Negara Harus Kembali pada Kepentingan Penerima Manfaat
Pada akhirnya, kritik terhadap insentif bukan berarti menolak program MBG. Sebaliknya, pengawasan tersebut dimaksudkan agar program berjalan berkelanjutan dan anggaran benar-benar memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
Dana yang dapat dihemat dari komponen yang tidak diperlukan dapat dialihkan untuk meningkatkan kualitas bahan pangan, keamanan makanan, jumlah penerima manfaat, sarana dapur, pengawasan mutu, maupun distribusi.
Program MBG harus berorientasi pada penerima manfaat. Setiap rupiah anggaran negara harus memiliki dasar, perhitungan, output, dan pertanggungjawaban yang jelas. Jika insentif Rp6 juta per hari tidak lagi memiliki alasan biaya yang kuat, maka penghapusannya layak dipertimbangkan demi efisiensi dan akuntabilitas anggaran.(S.Hadi P)




