“Semua gejalanya sama, seperti pusing, sakit perut, mual, dan muntah-muntah,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi para siswa saat ini sudah mulai membaik dan hanya membutuhkan waktu pemulihan. Ia berharap dalam waktu dekat para siswa sudah bisa dipulangkan.
“Mudah-mudahan besok sudah bisa dipulangkan,” harapnya.
Tjhai Chui Mie menambahkan, kejadian ini merupakan yang pertama kalinya terjadi di Kota Singkawang. Ke depan, ia berharap penyajian makanan dalam program MBG dapat menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia juga mengungkapkan, hingga saat ini pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani MBG di MAN Model Singkawang belum memberikan laporan resmi kepada Pemerintah Kota Singkawang terkait kejadian tersebut.
“Justru kami mendapatkan laporan dari kepala dinas kami yang menyampaikan adanya siswa yang masuk rumah sakit diduga setelah makan MBG,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Achmad Hardin, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan adanya sejumlah siswa yang mendatangi rumah sakit, klinik, dan puskesmas sesaat setelah mengonsumsi MBG.




