“Terdapat 7 rumah warga yang mengalami kerusakan dengan kerugian materil ditaksir sekitar Rp90 juta. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Tapi kerusakan rumah sangat parah dan para korban membutuhkan bantuan segera,” ungkap Kapolsek.
Ketujuh kepala keluarga yang menjadi korban adalah Suriadi (51 tahun) dengan kerugian Rp15 juta, Karnadi Sinaga (60 tahun, pensiunan ASN) kerugian Rp11 juta, Hamzah Nur (25 tahun) kerugian Rp20 juta (yang paling parah!), Kliwon (58 tahun, pensiunan BUMN) kerugian Rp14 juta, Edy Sucipto (41 tahun) kerugian Rp17 juta, Yahyudi (44 tahun) kerugian Rp12 juta, dan Maysaroh (42 tahun) kerugian Rp3 juta.
“Kapolres bertemu satu per satu dengan para korban. Beliau mendengarkan langsung cerita mereka tentang bagaimana dahsyatnya puting beliung semalam, bagaimana mereka harus berlindung, dan bagaimana kondisi rumah mereka sekarang. Ini adalah pendekatan humanis yang sangat menyentuh,” ujar Kapolsek.
Bantuan yang diberikan oleh Kapolres berupa bahan-bahan pokok seperti beras, telur 1 papan, Indomie, dan gula. “Bantuan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kerugian yang mereka alami, tapi ini adalah bentuk kepedulian Polri dan dukungan moral bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Kapolsek.




