Menu yang dipilih bukan asal-asalan, tapi memang disesuaikan dengan kebutuhan darurat korban bencana. Kentang goreng, tempe goreng, dan sambal teri kacang adalah makanan yang tahan lama, bergizi, dan mengenyangkan. Plus, mudah dikonsumsi tanpa perlu peralatan rumit.
“Kami pilih menu yang praktis tapi bergizi. Kentang goreng sebagai sumber karbohidrat, tempe goreng sebagai sumber protein nabati, dan sambal teri kacang yang kaya protein hewani dan lemak sehat. Kombinasi ini cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan energi para korban yang sedang menghadapi situasi sulit,” ungkap Kabag SDM menjelaskan pertimbangan menu.
Yang bikin makin salut, bantuan ini disiapkan selama dua hari non-stop! Bayangkan, para ibu-ibu Bhayangkari, Polwan, ASN, dan PHL bekerja tanpa lelah sejak hari pertama hanya untuk memastikan saudara-saudara mereka di daerah bencana mendapat makanan yang layak.
“Bantuan disiapkan selama dua hari, yang dikerjakan langsung oleh jajaran Bhayangkari Cabang Simalungun serta bekerjasama dengan Polwan, ASN, dan PHL Polres Simalungun di Dapur Umum Polres Simalungun. Mereka bekerja dengan penuh dedikasi dan keikhlasan,” ujar Kabag SDM mengapresiasi kerja keras tim.




