Penampilan jurus dasar Sitarlak Nalaingan dibawakan siswa bersama pelatih muda Rajamansah Saragih (Sekjen PODSI) dan Saddam Dasuha (Wasekjen PODSI).
Atraksi puncak berasal dari Nagori Bangun Sordang, Kecamatan Ujung Padang, di bawah binaan Pangulu Monang Purba, yang disambut riuh tepuk tangan warga.
Sapruddin menyebut pemilihan Bahal Batu sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Kawasan itu memiliki nilai historis dan dukungan sosial yang kuat, sehingga dinilai ideal untuk pembinaan generasi muda.
Pelestarian Budaya Dimulai dari Generasi Muda
PODSI telah menyiapkan program lanjutan meliputi latihan rutin, pelatihan calon pelatih, ujian kenaikan tingkat, hingga kejuaraan tingkat kecamatan dan kabupaten.
Sapruddin mengapresiasi langkah Pemkab Simalungun yang mulai mengintegrasikan bahasa Simalungun, uhir, dan seni tradisi—including Dihar—ke dalam kurikulum pendidikan.
“Jika budaya tidak dilestarikan, identitas akan hilang. Mengajarkan Dihar di sekolah berarti menanamkan jati diri sekaligus membentuk karakter,” ujarnya.




