> “Rakyat tidak menuntut kemewahan atau popularitas pejabatnya. Mereka hanya ingin melihat tindakan nyata, harga kebutuhan pokok stabil, lapangan kerja terbuka, dan pelayanan publik yang adil,” ujarnya.
PRN menegaskan bahwa kesuksesan seorang pejabat tidak dapat diukur dari banyaknya seremoni, melainkan dari sejauh mana kebijakan dan kinerjanya mampu memperbaiki kehidupan masyarakat.
> “Kritik ini bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk menyadarkan. Negara ini tidak butuh aktor politik, tetapi pemimpin sejati. Mereka yang bekerja dalam senyap, bukan yang sibuk berswafoto di depan kamera,” tambahnya.
Lebih jauh, J. Frist Manalu mengingatkan agar setiap pejabat publik mengembalikan makna jabatan sebagai amanah rakyat, bukan panggung popularitas. Ia menegaskan, kepercayaan publik adalah modal utama dalam membangun bangsa.
> “Kalau janji kampanye hanya jadi arsip, kepercayaan rakyat akan menjadi korban. Padahal, kepercayaan publik adalah fondasi utama demokrasi,” tutupnya dengan tegas.(S.Hadi Purba)




