Begitulah derita pensiunan PTPN, jauh merana dibandingkan pensiunan PNS. Apakah direksi perkebunan tega melihat kondisi ini berkepanjangan ? “Nauzubillah minzalik, moga mereka petinggi perusahaan perkebunan, makin makmur hidupnya, diatas kesengsaraan para pensiunan, yang telah andil membesarkan PTPN III dan IV Medan, dibanding direksi yang gak pernah kenal pacat, tapi langsung hidup enak,” ucap Pak Kromo dan beberapa rekannya nelangsa.
Sementara itu, Ketua Umum KP3N H. Zulkifli Barus menyikapi adanya surat P3RI Korwil I, sangat mendukung dan mengacungkan jempol, karena telah menyuarakan aspirasi para pensiunan karyawan pelaksana Ex PTPN III dan IV, terkait dihapusnya pemberian bantuan uang beras. “Hal tersebut telah ditunggu-tunggu para pensiunan, atas keberanian dan keberpihakan organisasi P3RI terhadap nasib mereka,” ungkap Zulkifli Barus.
Dikatakan Zulkifli Barus, para direksi PTPN harus membuka mata dan telinga serta membuka sejarah, historis PTPN dari sejak dirasionalisasi dari perkebunan zaman Belanda. “Pada masa susah, para pensiunan karyawan pelaksana inilah, yang merintis keberhasilan PTPN seperti sekarang ini. Dahulu, PTPN sebagai perusahaan BUMN seperti anak tiri, dibanding lainnya. PTPN tak pernah mendapat bantuan APBN, sedang BUMN lain seperti Garuda, PLN, Bank, selalu mendapat gelontoran dana dari pemerintah. Jadi, inilah karakteristik perusahaan perkebunan, tidak bisa disamakan dengan lainnya,” jelas Zulkifli Barus, seraya mengatakan bahwa Ex PTPN III dan IV Sumatera Utara, merupakan Pioneer dari PTPN di Indonesia.




