“Pendekatan detail ini memungkinkan kami mengidentifikasi potensi bottleneck dalam rantai produksi dan mengambil langkah antisipatif,” ungkap AKP Verry Purba menjelaskan metodologi yang diterapkan.
Kapolres Simalungun dalam kesempatan ini menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat petani dalam mewujudkan target ambisius swasembada jagung. “Pencapaian 1 juta hektar panen jagung serentak membutuhkan koordinasi yang solid dan komitmen bersama dari semua pihak,” tegas AKBP Marganda Aritonang.
Program Panen Raya Jagung Serentak ini juga sejalan dengan upaya Polri dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mencegah gejolak sosial yang mungkin timbul akibat kelangkaan atau fluktuasi harga komoditas strategis. Dengan memastikan keberhasilan panen, Polri turut berkontribusi dalam menjaga kamtibmas dari aspek ketahanan pangan.
Dalam konteks Asta Cita Presiden RI, kegiatan ini menunjukkan implementasi konkret dari komitmen pemerintah untuk memperkuat kedaulatan pangan Indonesia. Polri sebagai institusi keamanan negara membuktikan perannya tidak terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.




