“Simulasi ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman yang lebih jelas kepada seluruh masyarakat, agar pada saat pemilu nanti kita semua dapat menjalankan hak pilih dengan baik, benar, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” paparnya.
“Kami juga berharap agar dengan adanya simulasi ini, tidak ada lagi keraguan atau kebingunguan tentang cara pencoblosan, serta mekanisme penghitungan suara yang akan menggunakan teknologi SIREKAP yang akurat dan transparan,” pungkasnya.
Rusli juga menjelaskan, pihak KIP Aceh Tamiang mengambil sample dari salah satu TPS di Desa Bundar dengan 200 orang ( Jon )




