“Simulasi ini sangat penting karena bertujuan untuk menguji kesiapan seluruh petugas pemilu di lapangan dalam melakukan pemungutan suara, perhitungan suara, serta rekapitulasi hasil perhitungan suara. Selain itu, kami juga akan menguji penggunaan aplikasi SIREKAP (Sistem Informasi Rekapitulasi) yang akan mempermudah proses perhitungan suara secara elektronik dan memastikan bahwa hasil pemilu dapat dipublikasikan dengan cepat dan akurat,” jelasnya.
Asra berharap dengan adanya aplikasi SIREKAP, dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap hasil pemilu, serta meminimalkan kemungkinan kesalahan dalam perhitungan suara.
Rusli, Komisioner KIP yang membidangi Teknis Penyelenggaraan mengatakan simulasi bertujuan memberikan pemahaman kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan jajaran adhoc, simulasi ini juga dilakukan untuk merumuskan dan mengindentifikasi permasalahan jika terjadi saat pemungutan suara. Simulasi juga sekaligus sebagai bahan evaluasi potensi-potensi yang bisa saja terjadi terutama dalam penggunaan aplikasi SIREKAP (Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik).




